Pemenuhan Beban Kerja Guru 2025
🌟 Visi Baru: Guru Sebagai Penggerak Pembelajaran Bermakna
“Beban kerja bukan sekadar angka.
Ini tentang kontribusi nyata guru dalam membentuk masa depan murid.”
🧮 1. Bagaimana Beban Kerja Guru Dihitung?
Distribusi tugas dilakukan oleh
kepala sekolah berdasarkan:
- Jumlah dan jenis guru
- Struktur kurikulum
- Jumlah rombel
Jika jam tatap muka belum terpenuhi,
guru bisa diberi:
- Tugas tambahan utama (wakasek, kepala lab,
dll)
- Tugas tambahan lain (wali kelas, pembina
OSIS, koordinator projek, dll)
Minimal jam tatap muka: 24 JP/minggu, kecuali untuk:
- Guru pendidikan khusus
- Guru layanan khusus
- Guru di sekolah Indonesia luar negeri
🧑🦽 2. Guru Pendidikan Khusus (GPK)
Tugas utama:
- Memberikan layanan pembelajaran bagi murid
disabilitas
- Mendampingi guru lain dalam pembelajaran
inklusif
Ekuivalensi beban kerja: 24 JP/minggu
Tugas tambahan opsional: pendamping magang, pengelolaan pendidikan
inklusif
🧑🏫 3. Guru Wali: Pendamping Tumbuh Kembang Murid
Tugas:
- Mendampingi murid secara akademik, sosial,
dan karakter
- Kolaborasi dengan guru BK dan orang tua
Ekuivalensi: 2 JP/minggu
Penugasan berlaku sejak murid masuk hingga lulus
🧩 4. Tugas Tambahan dan Ekuivalensinya
|
Tugas Tambahan Utama
|
Ekuivalensi
|
Bukti Fisik
|
|
Wakil Kepala Sekolah
|
12 JP/minggu
|
SK, program kerja, laporan
|
|
Kepala Perpustakaan
|
12 JP/minggu
|
SK, SOP, laporan
|
|
Kepala Laboratorium
|
12 JP/minggu
|
SK, program kerja, laporan
|
|
Ketua Program Keahlian
|
12 JP/minggu
|
SK, kurikulum, laporan
|
|
Tugas Tambahan Lain
|
Ekuivalensi
|
Bukti Fisik
|
|
Wali Kelas
|
2 JP/minggu
|
SK, jadwal,
laporan
|
|
Pembina OSIS
|
2 JP/minggu
|
SK, program,
laporan
|
|
Pembina
Ekstrakurikuler
|
2 JP/minggu
|
SK, program,
laporan
|
i