Pembelajaran yang
Saling Memuliakan
Sesuai Pasal 3, proses pembelajaran kini berfokus pada pendekatan holistik (olah pikir, hati, rasa, & raga) untuk mengembangkan kompetensi murid secara optimal melalui tiga prinsip utama.
Berkesadaran
"Membantu murid memahami tujuan belajar sehingga termotivasi, aktif, dan mampu mengatur diri sendiri."
Bermakna
"Menerapkan apa yang dipelajari dalam kehidupan nyata secara kontekstual dan lintas bidang ilmu."
Menggembirakan
"Proses yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi partisipasi aktif murid."
3 Komponen Standar
Berdasarkan Pasal 2 Ayat (2), Standar Proses digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif dan efisien.
Visualisasi bobot pilar standar proses (Pasal 2)
Alur Pengalaman Belajar
Pasal 10 merumuskan pengalaman belajar murid ke dalam tiga tahap krusial yang saling terintegrasi.
Memahami
Melibatkan murid untuk membangun sikap, pengetahuan, dan keterampilan dari berbagai sumber.
Mengaplikasi
Melibatkan murid untuk menggunakan pengetahuan dalam situasi nyata dan kontekstual.
Merefleksi
Mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil belajar untuk pengaturan diri sendiri.
Kemitraan Pembelajaran (Pasal 12)
Membangun hubungan kolaboratif antara Pendidik, Murid, Orang Tua, dan Masyarakat.
Evaluasi
Berkelanjutan
Penilaian proses bukan hanya untuk murid, tapi untuk meningkatkan kualitas pengajaran secara kolektif.
📋 Pihak Penilai (Pasal 16)
Metode Penilaian Murid
Murid menilai pelaksanaan pembelajaran melalui:
- 1 Survei Refleksi Proses
- 2 Catatan Refleksi Harian
- 3 Diskusi Refleksi Kelompok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar